22 - Marah

1327 Kata

“Aku nggak tahu harus marah atau gimana. Dari awal aku yang rusak hubungan mereka, Gilang. Mereka pisah gara gara aku. Jadi aku pikir nggak pantes buat marah. Tapi aku nggak tahu kenapa hati aku sakit banget lihatnya. Aku juga ngerasa dikhianati karena dibohongi. Padahal cuma makan siang, tapi . . . , tapi hati aku beneran sakit banget.” “Itu perasaan wajar, Ra. Cemburu kepada orang yang kita cintai, itu lebih dari kata lumrah.” “Aku harus apa?” Terdengar Gilang menghembuskan napasnya di seberang telepon. Ia memang tertarik kepada Ara, tapi tidak mungkin dirinya merusak hubungan Ara dan suaminya, kan? “Siapa tahu salah paham. Coba kamu ngomong dulu sama suami kamu, Ra. Bicarakan baik baik.” “Tapi aku takut, Gilang.” “Suami kamu nggak mungkin makan kamu.” “Kamu nggak tahu aja gim

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN