67. Kau Tidak Bisa Memilikinya

1081 Kata

Begitu sampai di kamar, Isabel ikut nyelonong masuk ke kamar yang dipakai Mimi setiap Mimi tinggal di Mansionnya. Ia berdiri di tengah ruangan, melipat tangan di d**a, menatap Mimi dari ujung rambut sampai ujung kaki dengan ekspresi super serius. “Mi,” katanya akhirnya. “Aku sungguh salut sama keahlian nyasarmu.” Mimi refleks menegang. “Itu bukan keahlian, tapi kekurangan, Non-eh, Isabel.” Isabel mengangguk-angguk pelan, seolah mencerna. “Berarti… kamu sudah ngaku jadi calon kakak iparku, ya?” “Eh...bukan gitu!” Mimi langsung panik. “Aku cuma ikut mandat aja.” “Kamu tuh paling jago jawab muter, Mi.” “Maksudku...” “Ternyata kamu bukan cuma suka nyasar tempat,” potong Isabel cepat, “tapi juga nyasar sasaran.” Mimi mengerjap. “Hah? Maksudnya apa? Kalau ngomong jangan pakai kode,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN