Counseling

1191 Kata
Malam itu, semenjak Ingrid menangis histeris dan mengatakan bahwa dirinya merasa takut. Membuat Tony pun memutuskan untuk mengajak Ingrid pergi ke psikologi, yang setidaknya usaha yang ia lakukan pada saat itu untuk membuat Ingrid merasa tenang dan tidak merasa takut lagi. Pandangan Tony pagi itu tertoleh kepada Ingrid yang tengah terduduk di kursi samping kemudi, di mana kala itu Tony lah yang mengemudikan mobilnya. “Apakah kau siap untuk menceritakan semuanya kepada dokter, Ingrid?” sebuah pertanyaan yang di lontarkan oleh Tony kepada Ingrid pada saat itu, membuat Ingrid menolehkan pandangannya lagi kepada Tony sebelum akhirnya menganggukkan kepalanya menjawab pertanyaan tersebut. “Yeah … aku siap menceritakannya, tapi Tony … apakah kau mempercayaiku?” tanya Ingrid kepada Tony, yang kemudian menganggukkan kepalanya untuk akhirnya mengusap dengan lembut rambut Ingrid di sana seraya berucap, “Tentu sayang! Aku mempercayaimu, itu sebabnya aku membawamu … agar setidaknya ini membuatmu tenang!” itu lah yang di ucapkan oleh Tony kepada Ingrid yang kemudian membuat Ingrid pun hanya menganggukkan kepalanya tanpa melakukan apa-apa. Memilih untuk mendengarkan apa kata kekasihnya yang satu itu. … “Baiklah Ingrid … aku di sini atas persetujuanmu, dan kini aku meminta kau menceritakan semua yang kau alami dan hal yang membuatmu takut, bisakah kau menceritakan semuanya kepada diriku?” tanya sang dokter, yang kemudian membuat Ingrid pun menghembuskan napasnya dan menganggukkan kepalanya lagi. “Aku merasa bahwa akhir-akhir ini aku mengalami mimpi buruk yang sangat menyeramkan dok!” ucap Ingrid kepada Dokter yang kini mulai mengangguk-anggukkan kepalanya dna kemudian menulis semua keluhan yang di keluhkan oleh Ingrid kepada dirinya. “Apa yang kau mimpikan saat itu, Ingrid?” sebuah pertanyaan yang di lontarkan oleh sang dokter pada saat itu pun membuat Ingrid akhirnya menghembuskan napasnya lagi untuk kemudian menjelaskan apa saja yang ia mimpikan kepada sang dokter secara mendetail yang tentu saja hal itu membuat Tony merasa sangat terkejut dengan apa yang di ceritakan oleh Ingrid selama ia tidak berada di sisinya pada saat itu. “Aku bermimpi mengenai seorang wanita yang terus meminta pertolongan kepada diriku, tapi aku tidak mengenal dirinya, ia bernama Emely, ia wanita tua yang dibakar oleh masa karena menganggap bahwa dirinya merupakan sorang penyihir!” ucap Ingrid kepada sang dokter yang kini menghembuskan napasnya dan kembali menganggukkan kepalanya menanggapi hal itu, “Apakah wanita itu dibakar dalam keadaan hidup, Ingrid?” sebuah pertanyaan yang di lontarkan oleh snag dokter membuat dirinya kembali menganggukkan kepala menanggapi pertanyaan tersebut. “Beberapa hari sebelumnya aku mendengar suara nyanyian anak-anak yang kala itu bernyanyi Have you any sheep, dan aku pikir itu berasal dari tetangga apartemen kami di seberang jendela sana, namun aku menjadi takut ketika Tony mengatakan bahwa apartemen kita kedap suara, tapi aku dengan jelas bisa mendengar mereka bernyanyi dan tertawa dengan riang!” ucap Ingrid mulai terlihat amat ketakutan ketika menceritakan hal tersebut kepada sang dokter, yang kemudian membuat dokter wanita itu pun kembali berucap, “Sebelumnya, apakah anda sedang bekerja?” tanya sang dokter kepada Ingrid yang membuat Ingrid menganggukkan kepalanya dan membuat Tony dengan segera berucap, “Iya Dok! Ingrid bekerja sebagai guru TK!” ucap Tony kepada sang Dokter yang kembali menganggukkan kepalanya menanggapi hal itu, yang kemudian kembali membuat sang dokter bertanya, “Apakah sebelumnya anda pernah membaca, mendengar atau menonton film bertemakan horror, Ingrid?” sebuah pertanyaan yang di lontarkan oleh sang dokter membuat Ingrid kini menggelengkan kepalanya menjawab hal tersebut, namun detik kemudian ia meralatnya dengan berucap, “Ah, ya! Sebelumnya teman-temanku bercerita mengenai hantu anak-anak dok!” jelas Ingrid yang kemudian membuat sang Dokter menganggukkan kepalanya menanggapi hal itu, untuk kemudian berucap, “Baik lah kalau begitu, sesi anda sudah usai, Ingrid … kau boleh keluar sebentar, dan aku akan berbincang dengan Tony beberapa menit ini!” ucap sang dokter kepada Ingrid, yang kemudian membuat Ingrid kini menolehkan pandangannya untuk menatap sang kekasih yang kini berjalan menghampiri dirinya untuk kemudian menganggukkan kepala seraya berucap, “Tunggu lah sebentar, tidak akan kenapa-napa Ingrid1” itu lah ucapan dari Tony yang pada akhirnya membuat Ingrid pun menganggukkan kepala dan pergi meninggalkan ruang dokter tersebut. Secepat Ingrid menghilang dari ruang dokter, secepat itu pula Tony menoleh dan bertanya, “Apa yang terjadi kepadanya dok?” tanya Tony, dan membuat Dokter kini menghembuskan napasnya dan berucap, “Tony … apakah kekasih anda baru saja ditinggalkan oleh seseorang?” sebuah pertanyaan yang di lontarkan oleh sang dokter pada saat itu pun membuat TOny segera menganggukkan kepalanya menanggapi hal itu dan kemudian berucap, “Yeah dok! Dia baru saja kehilangan ayah kandungnya!” ucap Tony kepada sang dokter yang kemudian membuat dirinya kini menganggukkan kepala untuk menanggapi hal itu. “Apa yang sebenarnya terjadi kepada Ingrid dok?!” sebuah pertanyaan yang di lontarkan oleh Ttony pada saat itu pun membuat sang dokter kini berucap, “Halusinasi! Saya menduga Ingrid kekasih anda mengalami halusinasi yang hebat akibat perasaan dan emosionalnya yang tidak terkontrol!” ucap sang dokter menjelaskan, yang kemudian membuat Tony pun kini mengerutkan dahinya dan kembali bertanya, “Halusinasi? Lalu apa yang harus saya lakukan agar setidaknya ia membaik dan tidak berhalusinasi lagi dok!” ucap Tony kepada sang Dokter yang kemudian membuat sang dokter kini mengeluarkan secarik kertas untuk akhirnya ia tulis-tulis di sana. “Untuk sementara waktu ini, saya hanya akan memberikannya obat penenang! Dan saya ingin kau memasukkan itu ke dalam makanan atau minumannya, dan cukup anda memasukannya satu kapsul untuk satu hari saja. Dan selama masih berada dalam pengawasan obat, saya ingin anda terus memberikan perhatian yang ekstra kepada dirinya, agar setidaknya ia bisa menyadari bahwa semua hal yang ia dengar merupakan halusinasi saja!” ucap sang dokter kepada Tony yang kini tersenyum dan menganggukkan kepalanya lagi. “Baik Dok! Saya akan terus mengawasi Ingrid, terima kasih atas saran dan juga obat yang kau berikan kepada saya!” ucap Tony yang kemudian membuat sang dokter hanya bisa menganggukkan kepalanya menanggapi ucapan dari Tony pada saat itu. … Selama Tony berbincang dengan sang dokter, Ingrid terus termenung di lorong tunggu saat itu. Dan tidak membutuhkan waktu lima menit, Tony dan sang dokter pun keluar untuk akhirnya menyapa Ingrid dengan senyuman dan ramah, yang membuat Ingrid sangat senang karena sang dokter telihat ramah kepadanya. “Kabari jika anda sudah membaik, Ingrid!” ucap sang dokter kepada Ingrid yang kini tersenyum dan menganggukkan kepalanya menanggapi hal itu. “Terima kasih Dokter!” ucap Ingrid kepada sang dokter untuk kemudian dirinya dan juga Tony pergi dari rumah sakit itu. … “Apa yang dokter katakan kepadamu perihal aku Tony?” sebuah pertanyaan yang di lontarkan oleh Ingrid kepada Tony pada saat itu membuat Tony tersenyum dan kemudian berucap, “Dia mengatakan kau hanya kelelahan, kau membutuhkan banyak istirahat, hanya itu saja … Ingrid!” jawab Tony kepada Ingrid yang kini menghembuskan napasnya dan kemudian menganggukkan kepalanya merasa bahwa yang diucapkan oleh sang dokter adalah benar. “Yeah, aku pikir dokter benar … aku membutuhkan istirahat!” ucap Ingrid kepada Tony yang kini tersenyum menanggapinya dan menganggukkan kepala karenanya. “You are gonna be alright, Ingrid … trust me!” ucap Tony dengan tenang dan terdengar lembut kepada Ingrid yang kini tersenyum menanggapinya dan kemudian menganggukkan kepalanya untuk membalas hal itu. … To Be Continue.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN