Sadistic Murder Mystery

1594 Kata
Langkah Adam kini mengikuti langkah kaki dari detektif Darwin yang kini berjalan mendekati jasad lelaki tersebut. “Apakah tak ada yang menyentuh sama sekali tkp di sini sebelumnya, Harry?” sebuah pertanyaan yang di lontarkan oleh detektif Darwin pada saat itu, membuat sang officer menganggukkan kepalanya dan berucap, “Tak ada … kami belum menyentuh semua jasad itu dan bahkan mengecek apa pun di dalam ruangan mereka! Begitu kami menemukannya, kami langsung memasang larangan di depan pintu!” jelas officer Harry, yang tentu saja membuat Adam langsung mengerutkan dahinya dan kemudian bertanya kepada officer Harry, “Mereka??” tanya Adam, yang kemudian membuat Harry menganggukkan kepala seraya berkata, “Semua orang penghuni di lantai ini kami temukan tewas, Adam!” jelas officer Harry, yang tentu saja mengejutkan Adam yang kini hanya bisa menghembuskan napasnya dengan lemas ketika mendengar hal itu, “Apa yang terjadi dengan mereka?” tanya Adam, namun officer Harry kembali menggelengkan kepalanya untuk menjawab hal itu, “Tenang lah … kita akan melihat kondisi mereka setelah kita beres menyelidiki lelaki ini!” ucapan yang di lontarkan oleh detektif Darwin pada saat itu pun membuat Adam menatapnya sekilas dan mengangguk dengan pelan. “Adam … bisakkah kau melihat kamar mandinya?? apakah bathtub di sana masih terisi?” sebuah permintaan yang di lontarkan oleh detektif Darwin pada saat itu pun membuat Adam mengangguk dan berjalan menuju kamar mandi apartemen tersebut, namun ucapan officer Harry pada saat itu mengejutkan Adam dan juga sang detektif. “Edie tidak memasang bathtub di dalam apartemennya, Sir!” ucap officer Harry, yang membuat langkah Adam terhenti dan detektif Darwin kini mengerutkan dahinya lalu menatap Adam dan kembali mengedikkan kepalanya, seolah memerintahkan Adam untuk mengecek apakah yang di ucapkan officer Harry adalah benar atau tidak. Adam berjalan dan masuk ke dalam kamar mandi tersebut, dan benar saja … Adam terkejut ketika melihat jika di dalam kamar mandi itu hanya terdapat sebuah kloset dan shower. Tak ada Bathtub sama sekali. “Bagaimana, Adam?” sebuah pertanyaan yang di lontarkan oleh sang detektif, membuat Adam pun kini menoleh menatap Darwin dan menganggukkan kepalanya seraya berkata, “Ya, Sir … tak ada Bathtub di dalam kamar mandi ini!” ucap Adam, yang kemudian membuat detektif Darwin kini menghembuskan napasnya seraya mengedikkan kepalanya ke arah samping seraya berucap, “Hm … menarik!” ucap detektif Darwin yang kini beranjak dari hadapan jasad itu, untuk kemudian menoleh ke arah sekitar dari ruangan apartemen tersebut, yang membuat Adam kini mengerutkan dahinya seraya bertanya, “Adakah petunjuk yang anda temui, Sir?” sebuah pertanyaan yang di lontarkan oleh Adam pada saat itu, membuat detektif Darwin kini menoleh menatapnya dan kemudian memalingkannya dengan cepat untuk menatap ke arah sang officer seraya berkata, “Mari kita lihat jasad yang kedua yang anda temukan, Harry!” ucap sang detektif, yang membuat officer Harry kini menganggukkan kepalanya dan mempersilakan mereka untuk mengikuti langkah kakinya saat itu, “Mari!” itu lah yang ia ucapkan kepada detektif Darwin dan juga Adam. Ketiganya pun berjalan untuk kemudian masuk ke dalam pintu apartemen yang lainnya. Berbeda dari yang sebelumnya, jasad yang mereka temukan hanyalah sebuah potongan kaki dengan kondisi lainnya sudah terbakar dan berubah menjadi abu, yang tentu saja hal itu kembali mengejutkan Adam. “Identitas korban?” sebuah pertanyaan yang di lontarkan oleh detektif Darwin pada saat itu, membuat officer Henry pun kini membuka lembaran kertas yang ia genggam untuk kemudian menjawabnya dengan berkata, “Carl! Dia berusia empat puluh tahun dan baru saja memenangkan lotre!” ucap officer Henry, yang membuat sang detektif maupun Adam menoleh menatapnya, “Kau serius?” tanya detektif Darwin, dan membuat officer Henry kini menganggukkan kepalanya, “Yes, Sir! Kami mendapat laporan jika dia baru saja memenangkannya pagi tadi!” jelas officer Henry, dan membuat detektif Darwin kini menghembuskan napasnya lagi dan menoleh ke arah sekitar, “Apakah ini bisa di katakan sebagai sebuah motif pembunuhan, detektif Darwin?” sebuah pertanyaan yang di lontarkan oleh Adam kepadanya, membuat sang detektif kini kembali menghembuskan napas seraya berucap, “Bisa saja ya … dan bisa saja tidak … lihat lah box kaleng alkohol itu! Aku rasa pria ini pecandu alkohol!” jelas detektif Darwin, dan membuat Adam mengerutkan dahinya lagi dan kembali bertanya, “Apa hubungannya alkohol dengan terbunuhnya dia, sir?” tanya Adam, dan membuat detektif Darwin kini tersenyum seraya berkata, “Ini bisa termasuk ke dalam SHC atau Spontaneous Human Combustion, Adam! Rata-rata peminum garis keras lah yang bisa bernasib semalang ini!” jelas detektif Darwin, untuk kemudian dirinya kembali melihat-lihat ke arah sekitar untuk kemudian memekik dengan senang di sana, yang membuat ADam beserta officer Harry kini menoleh menatapnya yang memungut sebuah kertas lotre dan berkata, ”Aku menemukan tiket emasnya!” ucap sang detektif kepada keduanya yang kini hanya bisa saling bertatapan satu sama lain. … Dua jam lamanya mereka berkeliling di sekitar apartemen itu untuk meneliti sepuluh jasad yang di temukan dan meninggal secara tidak wajar, satu orang di temukan terpenggal, dua orang di temukan terbakar tinggal hanya menyisakan potongan tubuhnya saja, empat orang meninggal seolah tenggelam, dan dua orang meninggal tergantung, dan satu orang lagi meninggal karena komplikasi racun meski mereka tidak menemukan racunnya di dalam apartemen itu. Melihat semua kondisi jasad itu tentu saja memberikan sebuah trauma secara tidak langsung kepada Adam yang kini hanya bisa terduduk di aula lobby apartemen Treasure pada saat itu. “Jadi bagaimana menurutmu, Adam?” sebuah pertanyaan yang di lontarkan oleh detektif Darwin yang kala itu berada di sampingnya pun, membuat Adam menggelengkan kepala untuk menanggapi pertanyaan tersebut, “Entah lah, aku tidak menemukan clue dari semuanya, mereka terbunuh dengan cara yang berbeda dan menyeramkan!” jelas Adam dan membuat detektif Darwin pun menganggukkan kepalanya dan kemudian berucap, “Yap … begitu pun dengan diriku … aku hanya menemukan satu kesamaan yang membuatku curiga jika mereka terbunuh di waktu yang sama, Adam!” jelas detektif Darwin, dan membuat Adam kini menoleh menatapnya dan mengertukan dahinya untuk kemudian bertanya, “Kesamaan apa yang anda temui, Sir?” tanya Adam, “Jam di seluruh apartemen lantai itu, berhenti tepat pada pukul tiga lebih tujuh!” jelas detektif Darwin, yang seketika saja membuat Adam terkejut mendengar fakta tersebut. “…” “Apa yang bisa aku lakukan selanjutnya, Sir?” sebuah pertanyaan yang di lontarkan oleh Adam pada saat itu, membuat detektif Darwin menggelengkan kepalanya seraya berucap, “Kau sudah banyak membantuku, sekarang kau bisa pulang … aku akan menghubungimu untuk melakukan wawancara nanti!” jelas detektif Darwin kepada Adam, yang tentu saja membuat Adam kini menganggukkan kepalanya menanggapi ucapan tersebut, dan mereka berdua pun akhirnya berpisah. … Sepanjang perjalanan menuju rumah, Adam terus memikirkan kenapa itu semua bisa terjadi seperti itu? Yang membuatnya kembali mengingat ucapan dari detektif Darwin yang mengatakan jika mereka kemungkinan tewas di waktu yang bersamaan, ialah tiga lebih tujuh. Dan tentu saja Adam mengetahui jika waktu tersebut adalah waktu yang sangat kuat bagi roh jahat, yang membuat Adam memberi anggapan jika kemungkinan mereka semua terbunuh oleh roh-roh jahat yang sebelumnya ia lihat beberapa waktu yang lalu. Mengingat jika ia tidak bisa menyelamatkan mereka, membuat Adam merasa menyesal saat ini. Dengan segera Adam menepikan mobilnya untuk kemudian mengeratkan pegangan dari kemudinya dengan sangat erat, hingga kedua tangannya di sana bergetar. Ia merasa marah kepada dirinya sendiri karena tidak bisa menyelamatkan mereka. Namun di saat yang bersamaan handphone miliknya kala itu berdering, yang membuat Adam segera menoleh menatap ke arah handphonenya yang kini tertuliskan, ‘Tony Calling you’ Dan membuat Adam menyadari jika ia sempat menyelamatkan seorang anak bayi yang ia temukan pertama kalinya, dan dengan cepat hal itu membuat Adam mengangkat sambungannya seraya berucap, “Tony, bagaimana kondisi dari anak itu?!” sebuah pertanyaan yang segera saja di lontarkan oleh Adam pada saat itu pun membuat Tony yang diyakini oleh Adam berada di rumah sakit pun kini menjawab, “Dia baik-baik saja Adam … di mana kamu sekarang?” sebuah pertanyaan yang di lontarkan oleh Tony pada saat itu, membuat Adam menghembuskan napasnya dengan lega ketika mendengar kabar baik tersebut, “Ah … aku akan ke rumah sakit sekarang!” ucap Adam kepada Tony, yang kembali kini berkata, “Baiklah kalau begitu aku dan Ingrid akan menunggumu di sini!” ucap Tony, dan membuat Adam mengangguk seraya berkata, “Yeah … itu lebih baik!” ucap Adam kepada Tony, “Berhati-hati lah, Adam!” mendengar ucapan dari Tony saat itu, membuat Adam menganggukkan kepalanya menanggapi hal itu, “Yeah, thanks Tony!” ucap Adam, “Tidak … aku bersungguh-sungguh Adam …. kau harus berhati-hati!” ucap Tony lagi, yang kini membuat Adam mengerutkan dahinya mendengar Tony berkata seperti itu, Adam kembali mengangguk dan berucap, “Ya … aku akan berhati-hati!” sambung Adam, yang pada akhirnya sambungan itu pun berakhir, dan membuat Adam menjadi bertanya-tanya mengenai kenapa Tony berucap seperti itu kepadanya? Namun karena ia juga tidak mengetahui akan hal itu, membuat Adam segera melajukan mobilnya menuju ke rumah sakit dan bertemu dengan Tony dan juga Ingrid, dan itu lah yang ia niatkan saat ini. Namun berbeda dari niat yang di miliki oleh Adam pada saat itu, karena kini ban mobil yang dikendarai oleh Adma seketika pecah, dan membuat dirinya kehilangan kendali dan menabrak sebuah tihang listrik. Seketika itu pula karena benturan yang di rasakan oleh Adam di kepalanya, mengakibatkan Adam tidak sadarkan diri, dan beriringan dengan kesadarannya yang perlahan menghilang, secara samar ia mendengar seseorang bersenandung dan senandungan itu terus diingat oleh Adam hingga ia benar-benar menghilang dari kesadarannya di malam itu. ‘Come baby come … Don’t look back … you just have to stay with me …’ …  To Be Continue.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN