Terrible Body

1668 Kata
“Hh … tidak mungkin semua orang di apartemen ini sedang pergi!” gumam Adam yang kini berjalan menuju lorong paling ujung, dia ingin mencoba mengetuk pintu apartemen di sana secara acak, karena ia merasa setidaknya semua penghuni di sini pasti ada yang masih di rumah. “Eaakk … eakkk.. “ Tap … Langkah Adam seketika terhenti ketika ia mendengar dengan jelas suara tangisan bayi yang terdengar di salah satu pintu samping kiri yang baru saja ia lewati saat itu, yang membuat Adam kini berjalan ke arah pintu tersebut dan menekan tombol bel sama seperti ia yang melakukannya ke dua pintu sebelumnya. Ting … tong … Ia menekan bel itu, namun suara tangisan dari bayi itu masih terdengar dan semakin kencang, yang tentu saja membuat Adam merasa cukup khawatir saat itu. Tok … tok .. tok … “Hello?? your baby is crying … is he ok??” tanya Adam seraya mengetuk pintu itu, namun sama seperti tadi, tak ada satu pun yang menjawab selain suara tangisan dari Bayi yang terdengar. Merasa jika ia harus mengecek kondisi di dalam sana, membuat Adam pun pada akhirnya berbuat nekad, ia berlari menuju kotak emergency dan mengeluarkan kapak yang tersedia, untuk kemudian menghancurkan pintu apartemen tersebut. “Eaak!! eaaakk!!” Tangisan bayi itu semakin terdengar, dan membuat Adam semakin kuat memukul pintu itu, dan ia merasa sangat-sangat khawatir karena pada kenyataannya tidak ada satu orang pun yang terganggu dengan tindakannya saat ini. Brakk!! Pintu itu pun terbuka, dan Adam segera saja membelalakan kedua matanya ketika melihat sesuatu hal yang cukup mengejutkannya saat itu. Seorang anak bayi lelaki tengah tergeletak di bawah lantai dan menangis tepat di samping ibunya yang terkapar di lantai pada saat itu, yang membuat Adam segera berlari untuk menggendong anaknya dan mengecek kondisi dari sang ibu yang kala itu sudah berlumuran darah. Adam baru saja membalik tunbuh wanita itu dengan satu tangannya, namun dirinya seketika terhentak ketika melihat jika kepala dari tubuh wanita itu terpisah. Benar-benar seperti terpenggal, namun masih berada diposisi yang sama. Seperti kepalanya terpenggal di saat ia sudah tergeletak seperti itu, yang membuat tidak terlihat seperti di penggal. Shock melihat kondisi dari wanita itu, membuat Adam segera berjalan keluar dari kamar apartemen itu dengan membawa bayi yang kini berusaha ia tenangkan, dan Adam pun langsung menghubungi Emergency call. … Tuiiiiuutt … tuuiiiiuuuttt …. Adam hanya bisa terduduk di atas ambulance seraya menggendong bayi yang tengah terlelap di dalam pelukannya saat itu, sedangkan sang wanita tengah di evakuasi oleh tim medis lainnya. “Kau baik-baik saja Adam?” sebuah pertanyaan yang di lontarkan oleh Rose pada saat itu, membuat Adam menggelengkan kepalanya, “Ehem … permisi, apakah anda yang menemukan jasad tersebut, Adam?” sebuah pertanyaan yang di lontarkan oleh seorang polisi di sana membuat Adma menganggukkan kepala menjawabnya, “Apa yang anda lakukan saat itu? Aku juga mendengar jika kau meminta bantaun kepada Emergency call sebelumnya, apakah itu benar?” sebuah pertanyaan yang di lontarkan oleh polisi itu kembali membuat Adam mengangguk dan berkata, “Iya … aku datang karena … temanku seorang peramal dan mengatakan jika aku haru menyelamatkan mereka … officer, bisakkah kau memeriksa keadaan tetangga lainnya yang ada di lantai 14a? karena selama aku mendobrak pintu itu, tak ada satu pun yang terganggu … aku merasa ada hal yang janggal di lantai itu!” ucap Adam kepada sang officer yang kini mengerutkan dahinya, “Kau tahu jika kau bisa saja kami jadikan sebagai seorang tersangka karena ucapanmu itu, Adam??” tanya sang officer, dan membuat Adam menghembuskan napasnya dan berkata, “Ku mohon … tolong cek kondiri mereka semua, Officer!” ucap Adam lagi, yang kemudian membuat Rose kini menoleh menatapnya dan membuat sang Officer pun menghembuskan napasnya karena tahu jika Adam adalah operator 911, yang notabenenya tidak akan mungkin melakukan sebuah kejahatan di sana, yang kemudian membuat sang officer pun berjalan menuju para petugas pemadam yang tengah berbicang di sana, dan meminta bantuan kepada mereka untuk mengecek orang-orang yang ada di lantai itu. … “Sir … biarkan saya yang membawa bayi tersebut ke rumah sakit!” ucap salah seorang perawat yang ada di sana, namun Adam tidak melepaskan bayi itu dan berkata, “Aku menunggu seseorang, setidaknya ia harus ada yang memerhatikan!” ucap Adam dan hal itu membuat sang perawat mengerutkan dahinya dan kemudian berkata, “Dia akan saya perhatikan, dia akan baik-baik saja … sir!” ucap perawat itu, namun Adam masih bersikeras untuk tidak menyerahkannya, dan di saat yang bersamaan Tony datang bersama dengan Ingrid. “Adam!” Panggilan Tony pada saat itu membuat Adam sangat terkejut. “Kenapa kalian di sini?” tanya Adam kepada Tony dan juga Ingrid, “Kenapa kau bertanya?? tentu karena kau di sini, kau baik-baik saja?” tanya Tony, yang membuat Adam kini menghembuskan napasnya dengan panik, namun detik kemdian ia menoleh menatap bayi itu dan mendekati Ingrid seraya memberikan bayi itu kepadanya dan berkata, “Aku baik-baik saja, Tony! Bawa bayi ini bersamamu dan juga Ingrid …tolong jaga dia untuk sampai ke rumah sakit!” ucap Adam seraya melepaskan gelang yang ia kenakan untuk kemudian memasangkannya kepada bayi tersebut, yang tentu saja mengejutkan Tony dan Ingrid saat ini. “Huh?? apa maksudmu?? hei!” ucap Tony, namun dengan cepat Adam memerintahkan mereka untuk naik ke ambulance untuk membawa bayi itu pergi ke rumah sakit. “Pergilah dan aku akan hubungi kalian nanti! Bye!!” ucap Adam, yang bertepatan dengan itu pintu ambulance pun tertutup dan pergi dari lokasi. “Hh … akan menjadi repot jika mereka datang di saat seperti ini!” itu lah yang di gumamkan oleh Adam ketika melihat mobil ambulance itu menjauh. “Adam!” panggilan yang terdengar saat itu, membuat Adam menolehkan pandangannya ke arah sang officer yang kini menatapnya, “Jadi … bagaimana officer, apakah kau menemukan sesuatu?” tanya Adam kepada sang officer, yang kini membuat Officer itu pun menganggukkan kepalanya dan berucap, “Bagaimana bisa kau mencurigai mereka tidak baik-baik saja?” tanya sang Officer, yang tentu saja membuat Adam mengerutkan dahinya dan kini berbalik bertanya, “Apa yang kau temukan??” tanya Adam, dan membuat sang Officer menghembuskan napasnya mendengar pertanyaan itu. “… lebih baik kau ikut denganku sekarang, Adam!” ucapan yang di lontarkan oleh Officer lelaki itu, membuat Adam kini mengerutkan dahinya untuk kemudian berjalan mengikuti langkah dari sang officer, “Apa yang terjadi?” tanya Adam lagi, ketika melihat para pemadam kebakaran di sana keluar dengan tidak membawa satu pun orang, yang membuat Adam kini bertanya-tanya, apakah sebenarnya para penghuni di lantai tersebut memang sedang tidak ada di tempat? Atau tengah tidak ada. “Kau bisa melihatnya sendiri, tapi jangan pernah menyentuh apapun di sana, Adam! aku peringatkan kau untuk tidak menyentuhnya sebelum para detektif datang kemari!” jelas sang Officer lagi ketika mereka berada di dalam lift, yang tentu saja membuat Adam bertanya-tanya di dalam hatinya pada saat itu. Tidak lama dari sana, lift yang mereka tumpangi pun berhenti dan terbuka tepat di lantai 14a, yang kemudian langkah sang officer pun mendahului Adam yang kini mengikuti ke mana dirinya pergi. Keduanya saat ini masuk ke dalam sebuah apartemen yang letaknya pada saat itu dekat dengan lift, tempat pertama di mana Adam mengetuk pintunya namun tidak ia dapati sebuah balasan dari dalam sana. Setibanya Adam masuk ke dalam apartemen itu, seketika itu pula langkah kakinya terhenti ketika menyaksikan sesuatu hal yang mengerikan di hadapannya saat itu, yang bahkan membuat dirinya menahan napasnya persekian detik karena keterkejutan yang ia hadapi saat itu. “H! a … apa yang terjadi padanya?” sebuah pertanyaan yang di lontarkan oleh Adam pada saat itu lah yang membuat sang Officer kini menghembuskan napasnya dan kemudian mengedikkan kedua bahunya seraya menggeleng pelan dan berkata, “Aku pun tidak tahu … menurutmu, apa yang terjadi kepadanya saat ini … Adam?” sebuah pertanyaan yang di lontarkan balik oleh sang officer pada saat itu, membuat Adam menghembuskan napasnya menanggapi pertanyaan tersebut. “Dari tubuhnya yang basah pada saat ini, ia terlihat baru saja di tenggelamkan, Officer!” sebuah jawaban yang terdengar pada saat itu, membuat sang officer dan juga Adam yang sama sekali tidak membuka suaranya pun kini menoleh menatap ke arah seorang lelaki dengan coat panjangnya, sebuah syal hitam serta topi baret yang ia kenakan, membuat Adam beserta dengan sang officer kini meyakini bahwa dia adalah seorang detektif yang mereka tunggu pada saat ini. “Eum … Apakah kau adalah detektif, sir?” sebuah pertanyaan yang di lontarkan oleh sang officer pada saat itu, membuat lelaki tersebut kini mengeluarkan lencananya dan berkata, “Detektif dari I.F Corp, panggil saya Darwin, eum … siapa namamu tadi?” tanya Detektif Darwin kepada sang officer yang kini memperlihatkan gigi rapinya seraya menggeleng dan berkata, “Saya belum memeperkenalkan diri saya, Sir … nama saya Hary!” ucap Officer Harry kepada Detektif Darwin yang kini menganggukkan kepala dan kemudian menoleh menatap Adam dan bertanya, “Lalu siapa dia?” tanya Detektif Darwin, dan dengan cepat officer Hary menjawab, “Ah! Dia adalah orang yang pertama yang menemukan jasad dari Nona Imelda! Jasad yang terpenggal dengan mengerikan!” jelas Officer Harry kepada Detektif Darwin, yang kemudian membuat dirinya mengangguk seraya menatap ADam dengan seksama. “Kalau begitu, saya permisi!” ucap Adam hendak pergi dari sana, namun dengan cepat detektif Darwin menghadangnya dengan menghalangi jalan Adam dengan tubuhnya saat ini, “Tidak perlu pergi … kau bisa menemaniku untuk melihat kondisi dari mereka, Adam!” ucap detektif Darwin kepada ADam yang kini terkekeh dan menggelengkan kepalanya seraya berkata, “Sorry Sir, saya rasa saya hanya akan mengganggu konsentrasi anda nantinya!” jelas Adam, namun detektif Darwin kini menyipitkan dahinya dan kemudian berucap, “Aku tidak pernah terganggu oleh siapapun, ikut lah! Setidaknya agar aku percaya jika kau bukan lah terduga dari motif pembunuhan di sini, jika memang benar ini adalah sebuah kasus pembunuhan nantinya!” jelas detektif Darwin kepada Adam, yang karena hal itu lah membuat Adam mengangguk dan ikut untuk memeriksa lelaki yang kala itu terbujur kaku di depan pintu kamarnya dengan kondisi bawah kuyup. … To Be Continue. 
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN