Adam mengerutkan napasnya, merasa tidak mengerti yang membuatnya ingin kembali bertanya kepada Flora,
“Aku tidak mengerti, ke…-
“Kau harus bertanya langsung kepadanya!” sela Flora kepada Adam, yang kemudian menganggukkan kepalanya lagi mendengar hal itu.
“Dan lagi … selain itu, mengenai apartemen yang di tinggali sebelumnya … kau harus pergi ke sana, mereka dalam bahaya!” jelas Flora, dan membuat dahi Adam kembali mengerutkan dahinya mendengar ucapan Flora di sana.
“Huh?! siapa yang dalam bahaya, Flo?” tanya Adam terkejut mendengarnya,
“Orang-orang yang ada di dalam apartemen itu … mereka dalam bahaya besar sekarang!” jelas Flora, dan segera saja membuat Adam berdiri dari duduknya untuk kemudian segera mengeluarkan handphone miliknya dan menghubungi dengan cepat Roul.
Ia berjalan ke arah luar untuk mendapatkan sinyal yang bagus dan agar setidaknya tidka membangunkan Adam kecil yang tengah terlelap di pangkuan Sam malam itu.
Tuuut … tuuuuttt …
Cklek!
“Yap, What’s up?!” tanya Roul kepada Adam, yang segera saja membuat Adam bernapas lega seraya berucap,
“Ya! Roul … segera hubungi pusat Emergency dan katakan jika apartemen Treasure mengalami sesuatu hal yang gawat, kirimkan ambulance dan juga pemadam ke sana!” ucap Adam kepada Roul yang kemudian membaut Adam pun kembali mendengar suara Roul yang kini berkata,
“Huh?? kau berada di Treasure apartemen sekarang?? bukankah kau mengatakan akan pergi ke luar kota??” sebuah pertanyaan yang di lontarkan oleh Roul pada saat itu, membuat Adam mendecih mendengarnya seraya berucap,
“Aku memang sedang tidak ada di sana, maka dari itu aku meminta bantuan darimu!” ucap Adam dengan kencang kepada Roul,
“Ouh … chilll out, Adam … memang apa yang terjadi di sana?” tanya Roul kembali kepada Adma, yang kini menggeram seraya berucap,
“Lakukan saja yang aku katakan Roul!” ucap Adam,
“Aku tidak bisa melakukan itu, katakan apa yang terjadi agar aku bisa melaporkannya dengan jujur, kau tahu sendiri jika kita tidak akan menanggapi sesuatu yang disebut dengan laporan palsu, Adam!” jelas Roul kepada Adam yang kembali menggeram mendengarnya dan segera memutuskan sambungan itu untuk kemudian berjalan masuk ke dalam rumah Flora serta Sam dan segera mengambil tas yang ia bawa lalu berucap,
“Aku harus segera pergi!” ucap Adam, dan membuat Flora mengangguk menanggapinya, sedangkan Sam tidak ada di sana, yang membuat Adam menebak bahwa Sam tengah menidurkan anak mereka,
“Katakan pada Sam aku pergi!” ucap Adam, yang kembali membuat FLora mengangguk dan berkata,
“Berhati-hati lah Adam!” jelas Flora kepada Adam, yang membuat Adam kini mengangguk namun kemudian segera membuka tas miliknya dan mengeluarkan tiga buah gelang yang terbuat dari selendang milik Ningrum di sana. Ia memberikan gelang itu kepada Flora seraya berucap,
“Kalian juga … aku akan kembali setelah semuanya selesai!” ucap Adam kepada Flora yang kini tersenyum menanggapinya untuk kemudian berkata,
“Kami akan menunggumu Adam!” ucap Flora, dan membuat Adam pun membalas senyumannya dan segera pergi dari rumah itu untuk kembali menuju kota Bafehood.
Meski pun Adam merasa lelah, namun ketika mengetahui jika ada sesuatu hal yang serius dan menyangkut sesuatu yang membahayakan nyawa seseorang, membuat rasa lelah yang ia rasakan seketika saja menghilang dan digantikan oleh tenaga yang sangat besar. Dan itu lah kelebihan dari Adam. Adam kembali pergi dari Kota Roa menuju Kota Bafehood di malam yang sama. Namun kali ini Adam melajukan mobilnya dengan kecepatan di atas 300 KM, yang tentu saja itu sangat membahayakan banyak orang termasuk dirinya sendiri, namun ia tidak memperdulikan hal itu.
…
Drrt … drrtt…
Pandangan Adam saat ini tertoleh singkat menuju layar mobilnya, yang tersambung dengan handphone miliknya saat itu, yang kini menampilkan keterangan ‘Rose calling …’ dan tentu saja hal itu membuat Adam segera menekan tombol hijau untuk mendengar apa yang akan di ucapkan oleh Rose pada saat itu.
“Adam, apa yang sebenarnya terjadi huh?! Roul memintaku untuk menghubungi mu!” ucap Rose kepada Adam yang kini menghembuskan napasnya menanggapi pertanyaan tersebut, dan membuat Adam sendiri pun tahu jika Roul pasti akan bertindak seperti itu,
“Rose … apakah kau masih berada di kantor?!” sebuah pertanyaan yang di lontarkan oleh Adam pada saat itu membuat Rose menjawab,
“Tentu aku masih di sini … Adam … apakah kau sedang mengemudikan mobilmu dengan kencang? Aku mendengar suara mesin yang cukup keras!” jelas dan tanya Rose kepada Adam yang kini menghembuskan napasnya dna kemudian berucap,
“Bisakkah aku meminta bantuan kepadamu?” tanya Adam, dan membuat Rose kembali berkata,
“Adam, kau belum menjawab pertanyaanku, apakah kau se…-
“DAAMN ROSE, INI BUKAN SAATNYA UNTUK BERTANYA ITU, AKU MEMBUTUHKAN BANTUANMU SAAT INI!!” ucap ADam dengan sangat-sangat keras, dan itu merupakan kali pertamanya Adam membentak kepada seseorang dan terlebih itu adalah teman wanitanya.
“.…”
“Hhh … hhh … Rose!” panggil Adam lagi, ketika dirinya tidak mendengar suara dari Rose,
“Apa yang kau butuhkan Adam?” tanya Rose dengan tenang, dan Adam tahu jika Rose sedang menahan keterkejutannya saat itu,
“Maafkan aku … tapi aku benar-benar butuh bantuan saat ini!” jelas Adam dengan nada pelannya,
“Katakan padaku apa itu, Adam?” tanya Rose, Adam menganggukkan kepala setelah meyakini jika Rose sekarang mengerti,
“Aku membutuhkan Ambulance dan juga pemadam untuk mengecek apartemen treasure, dan aku menyusul ke sana saat ini!” ucap Adam kepada Rose,
“Copy that! Aku akan mengirimnya untukmu, Adam! Berhati-hati lah dalam berkendara mu!” jelas Rose kepada Adam,
“Thank you, Rose!” ucap Adam, sebelum akhirnya Rose menutup sambungam mereka, dan membuat Adam kembali terfokus dengan jalanan yang ada di hadapannya saat ini.
“Aku akan meminta maaf setelahnya!” itu lah yang di gumamkan oleh Adam setelah dirinya merasa menyesal karena telah membentak Rose seperti itu tadi.
…
Membutuhkan waktu sekitar satu setengah jam bagi Adam untuk pada akhirnya sampai di Treasure Apartemen , ia juga tidka mengerti kenapa dirinya bisa secepat itu sampai di kota Bafehood, namun karena dirinya tidak memiliki banyak waktu untuk memikirkan hal itu, membuat Adam segera saja keluar dari mobilnya ketika ia sama sekali tidak mendapati ambulance beserta para kru pemadam kebakaran yang seharusnya pada saat itu ada di sana, yang tentu saja membuat Adma mengerutkan dahinya ketika melihat tak ada siapapun di depan apartemen itu saat ini.
“Shhh …” Adam mendesih dan segera mengeluarkan handphone miliknya untuk kembali menghubungi Rose.
Tuuut …. tuuuttt …
Cklek!
“Rose, kenapa kau tidak mengirim mereka?” sebuah pertanyaan langsung saja di lontarkan oleh Adam kepada Rose, yang kala itu pun segera berucap,
“Adam! Aku sudah memerintahkan mereka untuk mengecek keadaan, tapi tak ada yang terjadi di sana, apakah kau yakin ada sesuatu hal yang terjadi di sana??” tanya Rose kembali kepada Adam, yang kini mengerutkan dahinya untuk kemudian menghembuskan napas seraya tertegun.
“A … aku juga tidak yakin …” gumam Adam, dan kembali membuat Rose yang mendengarnya kini berkata,
“Hh … aku rasa kau sedang tidak dalam kondisi yang sehat, segera lah pulang! Aku akan membawakan bubur untukmu nanti!” ucap Rose yang kemudian sambungan mereka pun terhenti sampai di sana.
“...” Adam tertegun beberapa saat, ia memikirkan sebenarnya apa yang di maksudkan oleh Flora pada saat itu. Ia merasa ragu dengan ucapan tersebut, karena pada kenyataannya tidak ada hal yang terjadi pada apartemen itu, yang pada akhirnya membuat Adam pun menghembuskan napasnya untuk kemudian berjalan mendekati mobil miliknya.
Baru saja ia hendak membuka pintu mobil, seketika pergerakannya terhenti ketika menyadari sesuatu hal yang ia rasa cukup aneh pada saat itu,
Orang-orang yang ada di dalam apartemen itu … mereka dalam bahaya besar!
Ia mendengar suara Flora kembali berucap seperti itu di dalam pikirannya, dan kini hal itu tergantikan dengan beberapa bayangan hitam yang berdiri di sepanjang lorong lantai tempat di mana Tony dan juga Ingrid tinggal waktu itu, yang membuat Adam kini merasa semua yang di maksud bukan seluruhnya … namun orang-orang yang tinggal di lantai yang sama dengan Tony.
“Apakah itu benar?? s**t sepertinya aku harus segera mengeceknya!” gumam Adam, yang kini dirinya pun segera berlari untuk masuk ke dalam apartemen itu, beruntung kunci apartemen dulu milik Tony masih di genggam oleh Adam, sehingga ia memiliki akses untuk masuk ke dalam dan segera menekan tombol lantai 14a, lantai di mana ketinggian tiga belas.
“Hh … hhh …” lantai demi lantai ia lewati, dan setiap satu lantai terlewati, deruan napas Adam menjadi semakin tidak karuan karenanya, perasaannya menjadi semakin tidak enak saat ini, yang membuat Adam bahkan harus menghembuskan napasnya dengan cukup kencang agar setidaknya perasaan yang ia rasakan saat ini mulai menjadi menghilang.
Ting!
Pandangan Adam kini tertoleh ke arah pintu lift yang kemudian terbuka, yang kini membuat Adam melangkah masuk ke dalam lorong tersebut, pandangannya kini menoleh ke arah kanan dan juga kiri dari lorong tersebut. Lorong itu sangat-sangat sepi, dan bahkan sepi yang di rasakan oleh Adam saat ini menimbulkan sebuah pertanyaan, yang pada akhirnya membuat Adam pun kembali melangkahkan kakinya untuk berjalan mendekati pintu terdekat dari lift yang baru saja tertutup pada saat itu.
Ting … tong …
Adam menekan tombol bel yang ada di sana, menunggu agar setidaknya pintu itu terbuka.
“...” selama menunggu, adam sesekali menoleh ke arah kanannya, namun lorong itu masih terasa sepi menurutnya.
“Ck!”
Ting … tong …
Ia kembali menekan bel tersebut, namun tak ada satu pun yang membalasnya, membuat Adam kini berbalik untuk mengetuk pintu di seberangnya. Namun sama seperti di awal, ia pun tidak mendengar apa pun atau seseorang di dalam sana, yang tentu saja menimbulkan sebuah kecurigaan yang ada di dalam benaknya saat ini.
...
To Be Continue.