Seperti yang sudah direncanakan oleh Dokter Sebastian dan Kapten Erik, keduanya memutuskan untuk bertemu di sebuah cafe dan membicarakan perihal DNA dan juga hal lainnya yang menurut mereka janggal dan mereka temukan baik secara sengaja maupun tidak.
Pagi itu, Dokter Sebastian sudah menunggu di cafe tempat mereka bertemu, dengan pakaian casual yang dia kenakan, serta sebuah box kardus berwarna putih yang ia bawa di sana, ia menunggu kedatangan dari Kapten pemadam kebakaran, Erik. Dan bahkan ia merasa bahwa sang kapten datang terlambat karena ia sudah mendapatkan ice Americano yang ia pesan lima belas menit yang lalu.
“Hh … aku tidak percaya, dia akan terlambat!” gumam Dokter Sebastian kepada dirinya sendiri, dan bahkan dirinya kini menggelengkan kepala menanggapi hal itu. Namun tidak lama dari dirinya berucap seperti itu, kedua pandangannya pun kini bertemu dengan Erik sang Kapten yang baru saja melenggang masuk ke dalam Cafe dengan mengenakan kaos oblong putih, celana jeans abu serta sebuah buku catatan kecil berwarna pink yang di genggam olehnya, yang tentu saja membuat Dokter Sebastian kini menjadi tersenyum setelah melihat ketidak sesuaian style yang di perlihatkan oleh Erik pada saat itu.
“Pfft … pink?! kau sedang tidak bercanda denganku kan?” tanya Dokter Sebastian kepada Erik yang kini terlihat kebingungan mendengarnya, dan membuat Dokter Sebastian kini tertawa dan segera menggelengkan kepalanya menanggapi hal itu,
”Tidak … tidak … kenapa memakan waktu lama sekali untuk kemari jika hanya untuk mengenakan style yang sesimple ini dan membawa buku pink itu, Erik?!” sebuah pertanyaan yang di lontarkan oleh Dokter Sebastian pada saat itu membuat Erik tersadar dan kemudian berucap,
“Ah!! aku tadi mengantar Melisa ke sekolahnya karena ibunya mengatakan bahwa dia tidak enak badan … dan ini! Buku pink ini bukan milikku, asal kau tahu saja!” ucap Erik seraya meletakkan buku catatan kecil berwarna pink itu ke hadapan Dokter Sebastian yang kemudian terlihat mengerutkan dahinya ketika melihat buku catatan kecil itu, sedangkan dahi Erik pun kini mengerutk ketika melihat sebuah box yang ada di samping kursi tempat Dokter Sebastian terduduk, yang kemudian membuat dirinya kini bertanya,
“Apa yang kau bawa di sana, Sebastian?” sebuah pertanyaan yang di lontarkan oleh Erik pada saat itu, membuat Sebastian yang tengah meraih cuku catatan kecil itu pun kini menoleh menatap box putih tersebut untuk kemudian berkata,
“Ah … ini adalah data dan juga benda yang berkaitan dengan kasus Ingrid!” ucap Sebastian, yang kemudian membuat Erik kini menganggukkan kepalanya dan berucap,
“Baiklah … kita bisa membahas itu sekarang, Sebastian?!” sebuah pertanyaan yang di lontarkan oleh Erik pada saat itu pun membuat Sebastian mengangguk untuk kemduian berkata,
“Pesan lah sesuatu terlebih dahulu, karena aku rasa kita akan membahas hal ini sangat panjang, Erik!” ucap Sebastian, yang tentu saja membuat Erik menganggukkan kepalanya dan beranjak untuk memesan sesuatu yang setidaknya bisa membasuh dahaganya saat ini.
…
Kala itu, Dokter Sebastian dan juga Kapten Erik saling bertatapan satu sama lain untuk kemudian Dokter Sebastian pun berucap,
“Baiklah … aku rasa aku yang harus terlebih dahulu menceritakan apa yang aku temukan kepadamu, Erik!” ucap Dokter Sebastian, yang membuat Erik kini menganggukkan kepalanya dan berkata,
“Ceritakan lah!” ucap Erik, dan membuat Sebastian kini mengangguk dan berucap,
“Aku mengatakan kepadamu jika darah yang terdapat di boneka-boneka itu merupakan DNA manusia bukan?” sebuah pertanyaan yang di lontarkan oleh Dokter Sebastian pada saat itu, membuat Erik menganggukkan kepalanya, dan membuat Dokter Sebastian kini mengeluarkan dua buah kertas yang merupakan hasil dari tes DNA yang ia temukan.
“Dua diantaranya sudah aku temukan, dan ini adalah data dari DNA mereka!” ucap Dokter Sebastian kepada Erik yang kini mengerutkan dahinya dan mengambil dua data tersebut.
“Jack Olsen … dan Matt Edward Brown!” ucap Erik ketika membaca dua nama yang ada di lembar kertas yang berbeda saat itu, yang kemudian membuat Sokter Sebastian kini menganggukkan kepalanya menanggapi hal itu,
“Lalu?? apakah kau menemukan mereka?” tanya Erik kepada Sebastian yang kini menggelengkan kepala seraya berucap,
“mereka menghilang, Erik!” ucap Sebastian kepada Erik yang kini mulai mengerutkan dahinya merasa bahwa dugaan mereka selama ini ternyata benar, Erik merasa jika Ingrid pasti menculik dan membunuh anak-anak itu. Sedangkan Dokter Sebastian kini menggelengkan kepalanya seolah tahu apa yang di pikirkan oleh Kapten Erik pada saat itu.
“Tidak Erik … Matt Edward Brown menghilang pada tahun sembilan belas delapan satu, dan Jack Olsen menghilang empat puluh tahun sebelumnya!” penjelasan dokter Sebastian pada saat itu membuat Erik terkejut dan membelalakan kedua matanya mendengar penjelasan yang di lontarkan oleh Sebastian pada saat itu.
“Kau serius?!” itu lah yang di lontarkan oleh Erik karena dirinya tidak percaya akan hal itu, yang membuat Dokter Sebastian pun mengetahui bahw aErik tidka akan mempercayainya, yang kemudian membuat dirinya kini meraih satu buah file yang telah ia print sebelumnya untuk kemudian menyerahkan file tersebut kepada Erik.
“itu adalah File Print dari Artikel ayng aku temukan di internet, dan ini merupakan copy-an dari koran lama yang sengaja aku cari dan aku lihat di percetakan koran lama! Dan semua hal itu benar, Erik! Mereka menghilang sudah sejak lama!” jelas Dokter Sebastian, yang tentu saja membuat Erik segera merampas file dan juga Copy-an daro koran yang diucapkan oleh Sebastian pada saat itu, yang kemudian membuatnya memcaba artikel tersebut. Dan setelah ia membacanya, dahi Erik pun kini mengerut dan berucap,
“Tapi … ini mustahil bukan? Mana mungkin Ingrid bisa mendapatkan darah dari kedua orang ini dengan jumlah yang banyak?!” tanya Erik kepada Dokter Sebastian yang kini menggelengkan kepalanya untuk menjawab pertanyaan dari Erik saat itu, yang kemudian membuat Erik menghembuskan napasnya dan kembali bertanya,
“Lalu bagaimana dengan dua darah lainnya?” tanya Erik, dan membuat Dokter Sebastian kini menggelengkan kepalanya menanggapi hal itu,
“Aku tidak mendapatkan data yang mereka, tidak seperti kedua anak ini … aku merasa kedua yang lainnya tidak berasal dari bangsawan!” jelas Dokter Sebastian yang membuat Erik kini menoleh menatapnya dengan cukup aneh, yang tentu saja membuat Dokter Sebastian mengetahui hal itu,
“What?? aku benar bukan?? aku rasa dua orang ini tidak berasal dari keluarga yang terpandang di masa lalu, itu lah sebabnya mereka tidak ada di daftar Rekam DNA!” ucap Dokter Sebastian dan membuat Erik kini menghembuskan napasnya dan kemudian berucap,
“Kurasa kita tidak perlu mencarinya Sebastian!” ucap Erik kepada Sebastian yang kini mengertukan dahinya dan kemudian bertanya,
“Kenapa seperti itu?” tanya Sebastian, yang membuat Erik kini melirik ke arah buku catatan kecil di sana,
“Lihat lah … dan aku rasa kau akan terkejut karenanya!” ucap Erik kepada Sebastian yang membuat dirinya kini mengerutkan dahi untuk akhirnya meraih catatan kecil berwarna pink tersebut.
Baru saja lembar pertama yang dibuka olehnya, dirinya cukup terkejut dengan tulisan bertinta merah yang bertuliskan
‘Siapa pun yang membaca catatan ini, harus berhati-hati dengan cerita anak-anak yang sudah aku dengar sebelumnya, yang hilang di tengah hutan sunyi yang terlarang! Aku tidak bercanda, INI SEBUAH PERINGATAN!!’
Pandangan Dokter Sebastian kini menoleh menatap ke arah Erik yang kini mengangguk menanggapi, seolah ia memerintahkan Sebastian untuk terus membaca catatan kecil tersebut. Dan entah mengapa, banyak sekali keraguan yang ada di dalam hati Sebastian ketika dirinya hendak membuka lembaran selanjutnya dari catatan kecil tersebut. Dan hal itu terlihat dengan jelas dari kedua tangannya yang bergetar, keringatnya yang mengucur secara tiba-tiba, serta dirinya yang bahkan kini menelan air liurnya sendiri dengan sulit.
Merasa ragu dengan itu, membuat Sebastian pun menoleh menatap Erik dan kemudian bertanya,
“Apakah kau sudah membacanya, Erik?” sebuah pertanyaan yang di lontarkan oleh Sebastian pada saat itu, membuat Erik kini menganggukkan kepalanya menanggapi hal itu,
“Yeah … aku sudah membacanya!” jawab Erik, yang kemudian membuat Sebastian kini menghembuskan napasnya, dan membuat Erik merasa aneh dengan sikap yang diperlihatkan oleh Sebastian pada saat itu,
“Ada apa?? kenapa kau tidak membuka lembar keduanya?? kau takut??” tanya Erik kepada Sebastian, dan membuat Sebastian hanya bisa menghela napasnya ketika menatap Erik tersenyum lebar seolah mengejek dirinya yang terlihat ketakutan pada saat itu.
“Oh Ayolah Sebastian! Ini masih pagi dan kau ketakutan untuk membaca catatan pink itu?!” sebuah pertanyaan yang di lontarkan oleh Erik saat itu membuat Sebastian kini menghembuskan napasnya lagi dan kemudian menggelengkan kepala seraya berucap,
“Entah lah … aku merasa ada sesuatu hal yang membuatku ragu untuk membacanya, Erik!” ucap Sebastian kepada Erik yang kemudian membuat Erik kini terkekeh dan mengangguk mengetahui jika Sebastian ternyata adalah orang yang penakut di sana.
“Baiklah … jika kau tidak sanggup, aku akan membacakannya untukmu!” ucap Erik kepada Sebastian, yang segera saja diberi gelengan kepala oleh Sebastian dan kemudian berkata,
“Tidak perlu rinci! Garis besar dari apa yang kau baca saja, Erik!” ucap dokter Sebastian, yang membuat Erik kini tertawa mendengarnya dan menganggukkan kepala untuk kemudian berkata,
“Singkatnya, dia pergi ke rumah kakek dari temannya yang berada di Desa Fareham! Dan ingrid menuliskan jika di samping desa itu terdaoat sebuah hutan terlarang yang misterius, dan temannya bercerita kalau banyak sekali anak-anak yang hilang di dalam hutan itu, dan dari sana lah Ingrid merasa dirinya menjadi was-was dan tidak nyaman, Sebastian!” jelas Erik kepada Sebastian yang kini mengerutkan dahinya dan kemudian berkata,
”Hanya itu saja?” tanya Sebastian kepada Erik yang kini menganggukkan kepalanya dan kemudian berkata,
“Hmm … selain dari itu juga ia menceritakan tentang anak-anak yang ia lihat, serta nyanyian dari have you any sheep yang selalu dinyanyikan oleh anak-anak itu di setiap malamnya, tidakkah itu aneh? Dia menjadi seseorang yang paranoid hanya karena mendengarkan cerita horror tidak jelas itu!” jelas Erik kepada Sebastian yang kini mengerutkan dahinya dan kemudian dirinya terkejut ketika menyadari bahwa ada hal yang bersangkutan pada saat itu di sana.
“Have you any Sheep??” gumam Sebastian kepada Erik yang kini karenanya, Erik pun menganggukkan kepala untuk menanggapi hal itu.
“... Sepertinya kita harus mencari arti dari lagu itu, Erik!” ucap Sebastian kepada Erik yang kini membuat Erik pun mengerutkan dahinya menanggapi hal itu, dan membuat Erik kini menganggukkan kepalanya saja menanggapi apa yang dikatakan oleh Sebastian pada hari itu.
…
To Be Continue.