Sampai akhirnya selama 3 bulan ini, Elvira yang terpaksa menjual diri sehabis pulang kerja, hanya berhasil menutup bunga yang harus dibayarkan Revan. Melihat kenyataan itu, Elvira pun merasa kerjaan nista itu tidak membuat kehidupannya kian bertambah baik. Hingga pada suatu hari, seorang kepala HRD yang bertemu dengan Elvira di halaman kantornya, memanggil dirinya. “Vira...!” panggil Dendy di halaman kantor saat lelaki itu memarkir mobilnya. “Ya Pak,” sahut Elvira menoleh Dendy, seorang lelaki kepala HRD dari kantor tersebut. Lelaki dengan kepala botak berusia sekitar 45 tahun itu pun, berjalan menuju tempat Elvira berdiri menunggunya. “Ada apa ya, Pak?” tanya Elvira memandang ke arah Dendy. Mereka sangat jarang berkomunikasi, mengingat kedudukan Dendy sebagai kepala HRD yang bia

