Perlahan satu persatu para pelayat pergi meninggalkan pemakaman. Tinggallah Amira yang masih terus saja menangisi kepergian oma Ratna. Berulang kali Andre terus memberikan kekuatan pada istrinya tersebut namun sepertinya gagal. Beberapa kali Amira hampir saja pingsan karena masih belum bisa menerima kenyataan yang ada. "Sayang, kita pulang yuk! Jangan terus menangis. Nanti oma juga ikutan sedih." Bujuk Andre kepada Amira agar mau dibawa pulang. "Andre benar sayang, ikhlaskan kepergian oma. Biar dia juga tenang di alam sana." Sela Robinson. "Tapi pah, Mas. Oma pergi, bahkan saat Amira belum melahirkan." Tangisan Amira kembali pecah. "Ini sudah takdir dari yang kuasa, sayang. Sudah ya jangan terus berlarut dalam kesedihan. Ingat bayi yang ada di dalam kandungan kamu." Robinson mengingatk

