Seperti biasa, Amira sudah beraktivitas seperti hari-hari sebelumnya. Rasa mual yang pernah menghinggapi dirinya sudah hilang entah kemana. Sengaja ia menyibukkan diri agar lupa akan perlakuan oma Ratna terhadap dirinya. "Pagi sayang!" Andre memeluk dan mengecup kening sang istri. "Pagi Mas!" ucap Amira dengan senyum yang mengembang di bibirnya. "Diminum Mas teh hangatnya!" Amira meletakkan cangkir berisi teh hangat yang sedikit masih mengepul. "Makasih ya sayang!" Andre menyesali teh buatan Amira secara perlahan. "Ini Mas, sarapannya!" Amira menaruh piring berisi nasi goreng dan telur setengah matang di atasnya. "Tumben kamu sudah dibawah duluan?" "Iya Mas, gak tau nih, hehehe!" Amira tertawa. "Kamu udah gak merasakan mual-mual lagi Amira?" "Emm, masih sih Mas, tapi udah jarang!"

