CHAPTER 66: Demi Mama

668 Kata

            Kriiiiing… kriiing…. Kriiiing….             Bunyi telepon rumah yang selama ini hampir tidak pernah berbunyi terdengar terus menerus, memanggil Sam untuk segera bangun. Ia mendengar bunyi berisik itu, namun tubuhnya menolak untuk sadar. Tubuhnya terasa kaku dan berat. Bunyi telepon itu terus terdengar berkali-kali. Kemudian berhenti. Sebagai gantinya terdengar langkah mendekat dan bunyi ketukan halus di daun pintu kamarnya.             “Sam, Mama kamu telepon dari Amerika. Sam? Bangun Sam,” kata Fifi sambil mengetuk pintu kamar Sam berulang-ulang.             Sam berusaha bangun dari tempat tidurnya dengan susah payah. Ia berjalan terhuyung-huyung menuju kotak telepon.             “Halo?” tanyanya dengan suara sengau.             “Sam kamu lagi ngapain?” tanya Hilda cemas.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN