"Kamu gak becandakan?" lagi-lagi pertanyaan Reynand membuat aku jengah. Ingin sekali membanting apa saja yang ada di hadapanku, tetapi aku tak seberani itu. "Memangnya aku terlihat setua itu ya?!" Reynand malah terkekeh dengan jawabanku. Hei! Apa nya yang lucu?! "Lo dari dulu emang gak pernah diajarin sopan santun ya?" aku menggertak Valen. "Gue keceplosan. Maafin gue," sepertinya rasa kesal yang kurasakan dua tahun yang lalu kembali muncul. Bayang-bayang pengkhianatan itu membuat aku tersenyum miris. "Lo tahu kan sampai kapanpun juga gak ada maaf buat lo!" bohong! Karena nyatanya aku telah memaafkan Valen, aku berbicara seperti itu hanya ingin membuat Valen semakin menyesali perbuatannya. "Reyna, waktu itu gue gak sengaja." ujar Valen yang membuatku ingin sekali berdecih, namun ini

