Keringat pun membasahi pakaian piyamanya. Yura yang masih tiduran di gazebo pun terbangun lalu refleks memanggil nama Andra. Karena tadi Andra tak enak membangunkan Yura dan saat Yura terbangun memanggil namanya. Andra langsung menghampirinya lalu Yura memeluknya. Andra bisa merasakan kalau Yura sekarang sedang menangis, jadinya Andra gak bisa melepaskannya karena pelukan Yura erat. "Hei, kamu kenapa?" "Aku mimpi buruk tentang kamu." Andra pun mengelus puncak rambut Yura. "Udah jangan teralu dipikirin itu hanya mimpi buruk." "Tapi kan..." "Udah ya Ayura Kejuana, kamu teralu banyak pikiran." Andra pun melepaskan pelukannya karena kalau sampai detak jantungnya kedengeran bisa-bisa Yura tau kalau dia menyukainya. "Iya aku emang banyak pikiran tapi mimpi itu kelihatan nyata." "Udah

