"Sejak kapan kamu mengetahui kehamilan itu," jari telunjuk Kings terarah pada perut buncit istrinya. "Sejak kehamilan tiga minggu. Aku beralasan sakit GERD supaya kamu tidak curiga." "Kapan kamu berniat memberitahu kebenaran ini padaku?" "Entahlah, aku takut kamu marah dan ternyata ketakutan ini akhirnya benar-benar terjadi." "Kenapa kamu bisa sampai hamil, Kamu tidak mengonsumsi pil secara rutin?" Mo mendelik tidak suka mendengar cara bicara suaminya yang seolah menuduhnya mengakui kesalahan. Ini bukan kesalahan tapi kesengajaan yang dia buat. "Aku sengaja tidak meminum pil. Ternyata butuh waktu lama sampai aku bisa hamil," Mo berbicara dengan tenang sambil mengelus perutnya. Mata Kings tak lepas dari perut buncit Mo. "Kamu melupakan perjanjian pranikah kita?" tuduh Kings. "

