Gibran membuka pintu ruang perawatan Lara dengan tergesa-gesa. Ia tadinya berniat akan menjemput Lara di cafe. Namun, tiba-tiba ia dapat kabar dari Aida kalau kekasihnya sedang dirawat di rumah sakit. Lara tengah terbaring lemah di ranjang pasien. Kondisinya sudah sedikit membaik. Di sampingnya duduklah Aida yang sejak tadi setia menemani. "Kamu nggak apa-apa? Kenapa bisa begini?" tanya Gibran panik setelah ia menghampiri kekasihnya. Gibran dapat melihat jelas kedua kelopak mata pacarnya itu terlihat merah dan bengkak. "Ini semua ulahnya si Rinka, Ran. Masa dia datang ke cafe tau-tau nyemprotin semprotan merica ke mata Lara?! Nggak waras banget tuh anak!" Aida kesal sendiri dengan perbuatan lancang yang telah dilakukan oleh Rinka pada Lara. Namun, ia merasa cukup senang karena dirinya

