"Siang, Pa," sapa Gibran pada sang ayah yang baru saja duduk di hadapannya. Siang ini Gibran dan Lara mengunjungi Wirawan di tahanan. Mereka hanya memiliki waktu lima belas menit untuk berbincang-bincang dengan Wirawan di ruang kunjungan. "Siang, Nak. Bagaimana kabar kamu?" tanya Wirawan pada putranya. "Pa, yang harusnya nanya kabar itu Gibran. Papa gimana kabarnya? Tadi pagi sarapan pake apa? Akh, Gibran bawain menu makan spesial buat Papa. Opor ayam kampung buatan Bi Asri. Tadi Gibran titipin ke petugas sipir." Tadi pagi Wirawan sarapan dengan tempe goreng dan sayur kangkung saja. Menu yang sudah lama tidak ia jumpai di meja makannya di rumah. Dulu waktu hidupnya masih susah, sayur kangkung dan tempe goreng adalah menu andalan. Namun, setelah sukses, ia jarang sekali memakan menu

