Part 38. Rahasia Besar Hendra

1965 Kata

"Siang, Pak Arief. Di depan ada yang mencari Bapak. Namanya Pak Hendra. Katanya ada urusan penting dengan Bapak," kata seorang wanita muda yang berprofesi sebagai sekretaris Arief. Sekretaris tersebut detik ini tengah menghadap atasannya. Arief tampak duduk di kursi kebesarannya sembari mengetik sebuah laporan penting yang sore ini harus sudah selesai dan diserahkan kepada atasannya. Terpaksa ia harus menjeda pekerjaannya tersebut karena kedatangan tamu. "Ya, suruh orangnya masuk," perintah Arief kemudian. "Bapak, Pak," sanggup sang sekretaris dengan patuh. Ia lalu bergegas keluar, kemudian mempersilakan Hendra untuk masuk. "Selamat siang kakak iparku," sapa Hendra ramah begitu dirinya baru saja memasuki ruang kerja kakak dari mendiang istrinya itu. "Statusku udah bukan kakak ipa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN