"Pagi, cantik," sapa Arief pada Rinka. Lelaki itu tengah berdiri di samping mobilnya. Ia berniat mengantarkan Rinka berangkat ke rumah sakit pagi ini. "Kamu kenapa ada di sini? Nggak ngantor?" tanya Rinka. "Bos mah bebas. Aku udah bilang sama sekretarisku kalau aku ada urusan penting di luar. Gimana, udah siap mau berangkat sekarang? Aku antar ya?" tawar Arief. Sebenarnya tadi Rinka berniat berangkat bekerja dengan menggunakan mobilnya. Namun, ketika akan memanasi roda empatnya di halaman rumah, ia tak sengaja melihat ada Arief tengah berada di luar pagar rumahnya. "Duh, sori banget. Aku mau berangkat pake mobilku aja. Kamu mending berangkat ke kantor aja sana." Secara halus Rinka telah mengusir Arief. Ketika ia berniat akan kembali memasuki halaman rumah, Arief tiba-tiba menarik

