Andra terbangun dalam keadaan lelah. Tenggorokannya kering kerontang. Dengan mata setengah memicing, jarinya menggapai-gapai laci lemari nakas yang terletak di samping tempat tidurnya. Ia menyesap air mineral botol itu sampai habis dalam keadaan setengah duduk. Masih dalam keadaan mengantuk, matanya memicing. Ia dimana? Ini bukan kamar yang biasa ditempatinya. Lalu ingatannya mulai mengumpul. Ia terkesiap lalu bangun. Melihat ke sampingnya tidak ada siapa-siapa. Padahal ia ingat, semalam Fara masih terlelap di sampingnya. Andra berlari keluar kamar. Tidak peduli ia hanya mengenakan boxer pendek yang membungkus tubuhnya. "Sayang?" Panggilnya. Tidak ada siapa-siapa. Kecuali sayup-sayup suara ayam yang berkokok merdu. Subuh begitu sunyi. Kembali ia mencari. Menyusuri dapur lalu teras

