Warning : Badwords! Bugh! Andra terpelanting dan disambut sebuah sofa yang terletak pas di belakangnya punggungnya. Livia menjerit ketakutan. Dua orang laki-laki merengsek masuk dengan ekspresi berbeda. "Abang?" Matanya membelalak kaget melihat seseorang yang tidak ia harapkan kehadirannya. Bahkan Andra sendiri sudah hampir lupa bahwa Fara masih punya saudara. Celaka! "Iya, ini gue. Kaget?" Al menyambar kerah kaos Andra dan memepetnya ke dinding. Wajahnya masih terlihat datar. Bugh! "Bang!" Andra kembali terjerembab. "Apa yang sudah lo lakuin sama adik gue, b******n?" "Maafkan saya, Bang, saya bisa jelaskan..." Bugh! "Lo bikin adik gue trauma berat. Masih berani lo minta maaf, hah?" "Bang, saya tahu, saya salah. Tolong bawa saya pada istri saya. Saya menyesal, saya mohon." An

