Sinar matahari pagi mulai menggigit tatkala mereka sedang memuat barang-barang pribadi yang tidak seberapa ke bagasi mobil Ian. Setelah kondisi Fara sudah membaik dan diperbolehkan pulang oleh tim dokter, Ian memboyong mereka semua ke rumah orangtuanya yang tentu saja disambut oleh dua orang paruh baya tersebut dengan senang hati. Apalagi oleh mamanya Ian yang sering kesepian semenjak pensiun beberapa bulan yang lalu. Ian berharap, berada ditengah keluarga yang ramai dapat membuat Fara melupakan bebannya dan mengobati psikisnya perlahan-lahan. "Bang." Panggil Fara hingga Al menoleh setelah memasukkan tas terakhirnya ke mobil Ian. "Ya?" Al berjongkok menyejajarkan dirinya dengan Fara yang duduk di kursi roda. Fara terlihat ragu. Ia tidak yakin apakah permintaannya akan disambut baik ole

