Angkasa POV “Kamu masih hobi ngumpulin bunga dari kawinan?” tanyaku tanpa menoleh pada Arsylla yang asyik menciumi kuntum bunga melati. Sylla menoleh dan tersenyum tipis, “memangnya kenapa Mas? Bunganya wangi dan indah. Siapa tahu mitos itu benar kan? Siapa tahu Sylla lekas nyusul.” “Kamu terobsesi sekali sih untuk menikah,” cibirku usil. Sylla tak menjawab dan hanya diam. Apa aku menyinggungnya. “Lagipula kamu ingin merasakan akadnya atau pedang poranya sih?” lanjutku makin nekat. “Memangnya salah ya kalau Sylla punya mimpi untuk menikah? Salah kalau Sylla ingin merasakan berjalan di bawah naungan pedang yang mengkilat?” tanyanya pelan dan terdengar sedih. Aku menoleh dan mendapati wajahnya suram, “kamu sedih?” Arsylla tak menjawab dan memilih untuk menunduk lebih dalam

