Dua Puluh Empat

1328 Kata

Arsylla POV             Aroma teh krisan melati merasuk ke hidungku. Menanggalkan kesejukan dan kelegaan di sana. Setidaknya itu menjadi oase segar di tengah kecanggungan yang baru saja kualami. Bagaimana tidak aku meninggalkan Pak Brata sendirian di meja makan karena ulah Mas Aksa. Tapi, aku juga tak bisa menyalahkan ataupun marah padanya. Menikah merupakan bahasan yang sangat sensitif di hubungan ini. “Enak makanmu?” buka Mas Aksa tanpa menatapku. Kami menatap hamparan langit malam yang ditutupi mendung. “Enak sekali. Sylla jarang loh makan seenak itu. Pokoknya malam ini Sylla bahagia sekali. Heran deh, kenapa sih Mas Aksa gak pernah makan di rumah,” cerocosku juga tanpa menatapnya. Mas Aksa menatapku lembut sambil tertawa kecil, “mulai lagi deh anehmu Dek!” “Ih gak anehlah Mas,” ku

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN