Dua Puluh Tiga

2249 Kata

Arsylla POV             Perlahan tapi pasti, mataku yang terasa berat ini terbuka. Kutangkap pemandangan yang tak biasa. Kulitku pun mulai merasakan hawa yang beda. Ini memang di tempat yang berbeda dari kamar kosku. Aku sadar jika sedang bangun dari tidur di sebuah ranjang besar dan empuk, serta wangi. Di dalam sebuah kamar bernuansa hijau pupus yang teduh. Mungkin seteduh pemiliknya. Kusadari bahwa ini adalah kamar Mas Aksa.             Aku tahu ini kamar lelaki tampan itu sebab ia sedang duduk tertidur di sebelahku. Matanya yang tajam sedang terpejam. Sedangkan, tangannya yang berotot sedang menggenggam tanganku. Dengan lembut, kulepaskan genggaman tangannya. Aku takut membuatnya kram karena pasti semalaman tangan kami berpaut.             Wajah Mas Aksa terlihat letih dan kusut. Pas

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN