Suasana sedih masih menjadi tema bagi dua manusia bernama Angkasa dan Arsylla. Aksa dan Sylla masih sama merasakan sedih walau itu berusaha ditutup dengan senyuman. Keduanya juga terlatih untuk menutupi rasa sakit dan terlihat baik saja. Sedih karena kegamangan cinta mereka yang tak kunjung bertepi. Seolah laut tak berpantai. Sylla yang sedih karena baru saja kehilangan mimpi indahnya bersama Aksa dan Aksa yang sedih karena telah menyakiti Sylla. Sylla yang merasa tertampar karena merasa terlalu serakah pada hubungan mereka. Dan Aksa yang merasa telah melecehkan kesucian gadis itu. Keduanya terpenjara dalam kegundahan yang harus segera diakhiri. Maka, Sylla memutuskan untuk melupakan sejenak kesedihannya dengan kembali sibuk berkuliah. Sembari menuntut

