“Mendampingi seorang prajurit itu memang sulit. Tapi, lebih sulit lagi mendampingi lelaki yang pernah hancur seperti Aksa. Tolong jaga dan bahagiakan adik Abang ini ya, Dek? Semoga kamu bisa jadi yang terbaik. Selamat datang di dunia militer. Selamat menikmati!” Arsylla tersenyum tipis ketika mengingat kalimat tegas barusan. Ia ingat, kalimat itu tadi diucapkan oleh Mayor Harun, Wakil Komandan Batalyon sekaligus senior kesayangan Aksa. Benar sekali, mereka berdua memang baru saja memulai sebuah langkah baru. yaitu, memulai menghadap untuk proses pernikahan ke sana dan kemari. Bukan yang pertama bagi Aksa, tapi pertama bagi Sylla. Dan gadis itu sangat bersemangat. Maka sejenak, disisihkannya waktu di hari yang sibuk. Ia sisihkan kuliah dan bekerja demi merenda masa

