Selama dalam perjalanan di dalam mobil Melanie dan Ben diam. Amarah jelas terlihat sekali di wajah Ben, ia tak menyangka kalau ternyata semua yang terjadi dengan Melanie memang atas perintah keluarganya. Melanie menoleh, memerhatikan ekspresinya. "Ben, seharusnya kamu nggak berbicara kasar pada orangtamu, apalagi di depan banyak orang!" nasehatnya. "Mereka memang salah!" "Tapi nggak seharusnya kamu bersikap seperti itu. Bagaimana pun mereka orangtuamu, kamu harus tetap menghormati mereka!" "Menghormati kamu bilang? Apa kamu pikir mereka pantas untuk dihormati?" gerutunya mencengkeram setir. "Ben!" "Mereka yang membayar Fiki untuk melecehkanmu di depan mataku, mereka juga membayar Fiki untuk memperkosamu rame-rame!" teriak Ben. "Ben!" "Kamu dilecehkan di depanku. Fiki hampir memper

