29. Perpisahan

1188 Kata

Pagi sekali Amanda sudah terbangun, para pekerjanya juga sudah datang lebih pagi termasuk Luna. Perpisahan yang teramat menyedihkan, karena bagi Amanda mereka adalah keluarganya. "Aku harap kalian selalu bekerja kompak seperti ini ya, karena Luna masih dalam tahap belajar dalam membuat kue," saran Amanda. "Siap," jawab mereka kompak. "Kalau aku yang buat, nanti bisa-bisa pelanggan pada kabur," gurau Luna dalam tangisnya. Kemudian mereka saling berebutan untuk menggendong Mentari, Amanda tiba-tiba menangis lagi. Terasa begitu berat untuk berpisah dengan orang-orang yang selama ini selalu mendampinginya saat dalam kesusahan itu. Tak lama kemudian Hasan datang, pemuda itu seorang diri sebab Bu Astrid masih berada di rumah saudaranya. "Amanda, jam berapa kamu akan pergi?" tanya Hasan su

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN