Tidak terasa besok Amanda harus meninggalkan rumah yang dibelinya dari uang Dinda itu, walaupun tidak begitu lama akan tetapi banyak kenangan di rumah mini yang sudah menampungnya dalam kondisi tersulit. Terlebih lagi dia dan keluarga Hasan juga sudah seperti saudara sendiri. Semua barang-barang penting miliknya sudah di bereskan, malam ini dia tinggal istirahat saja. Sudah hampir seminggu ini juga Hasan tidak pernah ke rumahnya, bahkan jika saling melihat pemuda itu juga tidak menyapanya. Amanda merasa bersalah, ingin meminta maaf tapi tidak ada keberanian. Amanda sadar, jika dia memang sudah melukai Hasan. Namun, sejak awal dia juga sudah memberi kode pada Hasan agar tidak mencintainya. Sebab hatinya sudah lama mati. "Lebih baik aku tidur saja, besok perjalanan jauh aku tidak boleh

