Amanda sudah merasa baikan, hanya saja tubuhnya masih merasa lemas. Apalagi dibanding tubuhnya batinnya jauh lebih tersiksa. Pagi ini Irsyad dengan telaten menyuapi istrinya sambil membujuk untuk memberikan semangat hidup. "Amanda, ayo makanlah. Setidaknya kuatkan hatimu. Jika kamu terus begini bagaimana denganku dan Atha? Kami juga masih membutuhkanmu, jikakamu sakit putraku di sana tidak akan tenang." Amanda memaksakan dirinya membuka mulut, bubur ayam yang dikunyah terasa hambar seakan lidahnya mati rasa. Akan tetapi Amanda tidak ingin menyusahkan suaminya dan membuat semua orang cemas. Benar saja, Kedua orang tua Amanda dan juga ibunya Irsyad sudah beberapa tahun yang lalu meninggal dunia. Kini dirinya dan Irsyad memang harus saling menguatkan karena mereka adalah orang tua bagi A

