Selesai makan bubur, Mentari dan Atha berpamitan pulang. Karena setiap tujuh pagi mereka selalu sarapan bersama. Mentari merasakan ada sesuatu yang aneh sejak pagi. "Kak, kamu kenapa melamun? Bukankah barusan sudah sarapan bubur? Aku rasa sudah cukup memberi tenaga untuk mengayuh sepeda sampai rumah," canda Atha. "Eh, kamu merasa tidak sih kalau seperti ada seseorang yang mengawasi?" tanya Mentari serius. Atha memperlambat laju sepedanya dan menoleh ke segala arah. "Ah tidak ada, hanya orang lewat seperti biasanya. Mungkin karena kakak masih terbawa suasana," sergah Atha. "Terbawa suasana bagaimana?" tanya Mentari tak mengerti. "Kakak tidak sadar ya jika tadi saat bersama Pak Reza? Beliau terus mencuri pandang ke arah kakak," jawab Atha. "Ah itu sudah biasa, kakakmu ini kan cantik

