Mentari menciut nyalinya ketika melihat ibunya membeli dua kebaya modrn. Ingin protes tapi tidak berani, pada akhirnya dia hanya pasrah dan memasang wajah sumringah. "Entahlah nanti aku bisa jalan atau tidak jika memakai pakaian seperti itu," gumam Mentari lirih. "Barusan bilang apa, Nak? Ibu tidak mendengar dengan jelas," tanya Amanda penasaran. "Oh, tidak apa-apa kok,Buk. Aku hanya merasa kurang percaya diri memakai pakaian seperti itu. Tidak yakin apakah pantas dengan karakterku," jawab Mentari meringis. "Tentu saja pantas, putri ibu ini cantik sekali. Memakai pakaian apapun pasti sangat cocok," balas Amanda memberi semangat. Mentari tertawa lirih, dia merasa bahagia memiliki seorang ibu. Dalam setiap kebutuhannya ada yang memperhatikan. Tiba-tiba datang seorang pemuda yang tidak a

