Mentari merasa aneh dengan sikap Nick, biasanya pemuda itu langsung main sosor akan tetapi malam.ini begitu lembut. Ketika dirinya menolak untuk dipeluk Nick langsung melepaskan akan tetapi pemuda itu menatap kedua bola matanya dengan sepenuh hati. "Mentari, aku akui jika aku adalah lelaki berengsek, arogan, dan juga kejam. Mungkin benar jika awal melihatmu aku hanya karena ambisi mempertahankan harga diriku. Sebab selama ini aku tidak pernah ditolak oleh siapapun dan begitu banyak wanita yang berebutan mengejarku. Namun segalanya berbeda setelah aku benar - benar mengenal kamu, dan aku tahu inilah yang dinamakan cinta. Mentari, bisakah kamu berjanji untuk tidak menikah dengan pemuda lain agar aku bisa pergi dengan tenang? Kelak jika kamu sudah siap aku akan melamarmu. Aku tidak akan mema

