Malam ini Mentari tidak bisa tidur, dia terus terbayang ketika Nick mencumbunya dengan paksa. "Sial, padahal aku sudah mandi dan mencuci mulutku. Tapi seakan - akan bekas ini tidak mau hilang juga," gumam Mentari kesal. Dan lebih parahnya lagi, debaran hati nya juga masih bergemuruh. Karena tidak ingin terbawa suasana yang dibencinya seperti itu, Mentari meraih ponsel dan menelpon adiknya. Tak berapa lama panggilannya itu terjawab juga. "Atha, kapan kamu pulang?" tanya Mentari lemas. "Besok, mungkin sampai rumah sudah larut malam. Kakak pasti merindukan aku ya?" balas Atha terdengar bersemangat. "Iya, tidak ada kamu tidak asyik. Dan aku mau cerita banyak," ujar Mentari. "Aku tahu... Aku tahu... Jadi bagaimana jawaban kakak?" sela Atha. "Jawaban apa?" pekik Mentari heran. "Ceile, ma

