Pagi harinya Irsyad pergi ke luar kota untuk mengurus sesuatu yang penting. Di tengah jalan Irsyad merasa debaran yang sulit diartikan, seperti saat dia pertama kali bertemu dengan Amanda dulu. "Kenapa aku merasa kalau Amanda di sini? Tapi di mana?" batin Irsyad. Irsyad menoleh ke kanan dan ke kiri tapi tidak menemukan istri keduanya tersebut. Beberapa detik kemudian lampu hijau nyala, diapun langsung melajukan mobilnya kembali. "Mungkin aku terlalu merindukan dia. Amanda... Bagaimana kabarmu sekarang? Apakah kamu sudah melahirkan? Anak lelaki atau perempuan? Amanda... Aku rasanya mau mati saja jika terus hidup seperti ini," batin Irsyad. Setelah urusan selesai, dia langsung pulang ke rumah. Yah, Irsyad sampai lupa kalau di rumah ada istri yang menantinya juga. Tiba-tiba terselip rasa

