Semenjak pertemuannya dengan Irsyad, setiap malah ketika putrinya sudah tertidur Amanda mulai melamun lagi. Untung saja ada telepon dari Luna yang sedikit menghiburnya. "Ada apa?" bisik Amanda. "Kak, aku mau jujur. Aku memang menyukai Hasan. Apakah dia sudah punya kekasih?" "Belum, kamu yang semangat ya. Tunjukkan ketulusanku pasti suatu saat dia akan tahu isi hatimu." "Iya, terima kasih. Kak, bolehkah aku minta tolong?" pinta Luna. "Tolong apa?" "Tanyakan ke Hasan, kira-kira tipe perempuan apa yang dia mau," "Oke, besok aku beri kabar lagi." "Terima kasih banyak, Kak. Kalau begitu selamat istirahat. Maaf sudah mengganggu malam-malam." "Tidak apa-apa, justru aku sedang karena jadi punya teman ngobrol," balas Amanda. "Tapi jangan bilang soal ini pada Hasan ya, aku malu." "Iya...

