Dinda mulai merasa tidak b*******h lagi bersama suaminya, sebab apa yang diberikan oleh Diwan lebih memuaskan batinnya. Diwan sangat tahu apa yang dia inginkan dan apa yang dia butuhkan. Meskipun begitu antara Dinda dan Irsyad tetap masih berhubungan badan walaupun jarang. Paling seminggu sekali itupun Dinda sudah tidak seagresif dulu. Berbeda dengan Diwan, Dinda justru sering melakukan dengan kekasih gelapnya itu hampir setiap saat. Malam ini hujan begitu deras, Dinda di kamar sendirian karena suaminya belum pulang. Dinda tahu jika di kantornya ada acara, akan tetapi dia tadi pulang duluan karena kepalanya terasa pusing. Saat dalam tidur terlelap, tiba-tiba pintu terbuka lumayan keras. Membuat Dinda terbangun sebab kaget. Irsyad yang mabuk berat langsung mendekap tubuh Dinda dan melu

