Esok harinya ketika sarapan pagi, Mentari dikejutkan dengan kedatangan Nick. "Lelaki itu, tidak bisa menahan kesabaran," batin Mentari kesal. Sedangkan kedua orang tuanya menyambut kedatangan pemuda itu dengan wajah sumringah, sebab Nick pernah menjadi tamu mereka selama beberapa hati. "Selamat pagi, Pak Irsyad dan Bu Amanda. Kebetulan saya sedang mampir ke Indonesia lagi, jadi sekalian kemarin merindukan masakan Ibu Amanda," sapa Nick tersenyum ramah. "Tuan Nick, tidak menyangka kita bisa bertemu lagi," jawab Irsyad. "Tuan Nick, silahkan bergabung sarapan," ajak Amanda ramah. "Iya," jawab Nick langsung setuju. Mentari mencibir dalam hati jika Nick adalah lelaki yang tidak tahu malu, akan tetapi melihat Nick yang memakai setelan jas serba putih menambah ketampanan bak seorang pange

