“ Sama – sama mba, aku juga senang memiliki kakak ipar seperti mba Risma, yang begitu setia menemani kakaku, walau pun kondisinya seperti ini,” jawab Nandini. “ Itu sudah menjadi kewajiban seorang istri. Dan mba pun berharap kamu bisa menerima suamimu apa adanya, mencintai suami dalam kondisi dan keadaan apapun,” jawab Risma. Mereka pun saling melepaskan pelukan. Nandini pun menyalami Alvin dan Nadya, sementara Melinda dan Iskandar hanya tertegun menyaksikan pemandangan itu. Mereka berdua tidak menyangka, bahkan masih belum bisa mempercayai kalau ternyata Nandini yang mereka hina dan rendahkan itu, adalah pewaris dari konglomerat, adik dari pemilik Kharisma grup yang selalu membantu mereka setiap kali membutuhkan dana untuk perbaikan dan pengembangan Rumah Sakit miliknya. Begitu juga de

