Mengejar Cita - Cita

1564 Kata

Sesampainya didepan pintu, Nandini pung mengucap salam yang langsung dijawab oleh Wulandari. Terdengar suara Langkah kaki mendekati pintu, dan tidak lama pintu pun terbuka memberikan pemandangan yang mengejutkan bagi Wulandari. tatapannya langsung tertuju pada Raditya. " Bun - da," ucap Raditya sambil terlihat matanya berkaca - kaca, bibirnya bergetar saat menyebut nama Bunda pada wanita yang berdiri dihadapannya yang juga terlihat kedua matanya mulai tertutupi kabut. “ Adit, putraku.” Wulandari tidak kuasa untuk menahan kerinduan pada putranya itu. seketika dia langsung memeluk Raditya yang sedang duduk dikursi roda. Walau pun Raditya hanya sebatas anak sambung, tapi Wulandari sudah menyayanginya sejak lama, tepatnya sejak pertama kali Iqbal membawa Raditya bertemu dengannya. “ Bunda k

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN