"Re, Gue boleh minta sesuatu?" Janatra tiba-tiba menegakkan punggung, kebiasaan sore hari jika dia datang ke rumah Revalia, keduanya akan bersantai di gazebo yang ada di taman belakang rumah sembari menikmati semilir angin yang menyejukkan tubuh dari segala kepenatan yang dialamii hari ini. Posisinya yang berbaring, dengan kepala yang ada di atas paha Revalia membuat mereka mudah saling menatap wajah satu sama lain. "Ya? Tentu saja, lo bisa minta apa aja. Kalau gue bisa, kenapa enggak?" "Tapi sebelumnya, gue mau nanya dulu." "Nanya apa?" Revalia menatap wajah gagah Janatra yang memerah. Sejumput rona menghiasi paras laki-laki itu. "Perasaan lo sekarang gimana sih ke gue, Re?" Hening ... hening. Hening ... hening. "Kalian ini mau sampai kapan elo gue seperti itu?" Suara Maya menyen

