"Apa sih lo, enggak usah lihat-lihat gitu!" Revalia sok ketus, berusaha menutupi rasa malu. Tawa khas Janatra yang teramat langka itu kembali terdengar meski ada seorang pelayan yang mengantarkan pesanan. Dari apa yang Revalia lihat pelayan itu terus saja tersenyum-senyum memperhatikan interaksinya. Pelayan itu mungkin menebak jika dia dan Janatra adalah sepasang kekasih. Padahal tidak! Janatra dan Revalia sedang dalam proses ... membangun cin .... "Makasih, Mbak," ucap Janatra pada pelayan tersebut. Jika sebelumnya Janatra yang sibuk memperhatikan Revalia, kini dia-lah yang sibuk menatap gerak gerik laki-laki itu. Janatra meminum pesanannya sembari membalas tatapannya. "Ok, gue tahu lo penasaran dengan janji itu. Sekarang langsung aja gue ngasihnya." "Apa?" Janatra terdiam sejenak.

