Bab 53. Proposed

1366 Kata

Ucapan Maya membuat Revalia termenung sejenak, di setiap musibah selalu ada hikmah yang terselip di dalamnya. Seperti dengan saat ini, Janatra terpaksa meninggalkan site office ke Jakarta karena membawanya ke rumah sakit. Tetapi timing-nya juga sangat tepat untuk laki-laki itu gunakan bertemu dewan direksi mengajukan proposalnya. "Oh iya, Re. Putra juga menitipkan ini untukmu." Maya menyodorkan sebuah amplop coklat. "Apa ini, Mi?" Perasaan Revalia menjadi tidak enak, jangan-jangan ini surat pemecatan karena keteledorannya. Kenapa juga tidak diserahkannya langsung padanya. Baru dua bulan bekerja, sudah harus menganggur lagi. "Form isian KUA, dia tadi meminta izin Papi untuk mempercepat pernikahan. Kalau perlu, nikah saja dulu. Resepsi bisa menunggu setelah kondisimu membaik." "Nikah?"

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN