Bab 52. Recovery (2)

1259 Kata

Menit berlalu, Janatra masih sesekali terisak dan mengulang kata maaf berkali-kali. Namun, paling tidak, Janatra tak henti-henti menciumi punggung tangan Revalia. Hal itu benar-benar membahagiakannya. Revalia merasa semua sakit yang mendera tubuhnya bagai diangkat seketika. Tidak ada apa-apanya. Di saat-saat seperti ini, Revalia menyadari betapa besar pengaruh seorang Janatra umtuknya. Sungguh luar biasa. "Nona Revalia?" Suara berat tadi kembali terdengar. Sekarang Revalia dapat melihat perawakan dokter yang merawatnya. Dokter itu seumuran Rahardjo? sebagin rambut sang dokter sudah mulai memutih. Raut bijaksana tergambar dari wajahnya yang tegas. "Bisa bicara di luar?" Sang dokter mengajak Janatra keluar tetapi Revalia menolak melepas genggaman tangannya. "Di sini saja, jangan ke mana-m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN