"Reva jahat ih, lo tega ninggalin gue sendiri di sini." Nirina merajuk ibaratnya anak kecil yang merengek minta dibelikan permen oleh ibunya. Dia bahkan mengikuti Revalia sejak selesai makan malam di messhall (penamaan untuk kantin di lokasi project atau di pabrik-pabrik). Padahal Janatra sudah mengirim pesan untuknya, agar Revalia menemui laki-laki itu di kamp-nya. Duh, bagaimana bisa ketemu? Eh? Bukannya dia ingin menjauh dari laki-laki itu? Nirina sedang membantunya untuk itu, yah tanpa perempuan itu sadari. And see ... Nirina dengan tanpa merasa bersalah sedikit pun berguling-guling di kasurnya. mengacak-acak tempat tidur Revalia. Apa yang dilakukan perempuan itu lagi? Dia melakukan panggilan video call dengan pacarnya. Revalia pura-pura sibuk dengan laptop tetapi telinganya berusaha

