Menyadari jika telah salah jalan, Revalia berusaha untuk tidak langsung panik. Saat sore berlanjut malam, dia yakin akan menemukan jalan pulang dalam beberapa jam, ternyata salah. Revalia memilih berjalan di dalam hutan sambil mencari-cari jalan keluar alih-alih menunggu matahari pagi. Berada di tempat yang sama membuatnya semakin tak nyaman. Berjalan dan terus berjalan, yang Revalia lakukan hingga akhirnya fajar tiba, dia semakin menyadari jika bukan jalan keluar yang Revalia dapatkan, dia malah semakin jauh ke dalam hutan. Revalia teringat Purna, pasti saat ini laki-laki itu sudah kebingungan mencarinya. Mungkin juga kabarnya sudah sampai ke site office, membayangkan itu sedikit rasa bersalah terbit dalam diri Revalia. Jika saja dia tidak menuruti keinginanku untuk mengisap batang nikot

