Bab 17. Jatuh

1028 Kata

Janatra masih berkutat dengan tugas-tugasnya, di depannya ada Malik dengan kegiatan serupa. Cowok itu baru tiba di rumah Janatra sekitar sejam lalu dengan tampang lusuh dan letih. Jakarta memang benar-benar butuh jalan bertingkat-tingkat, tingkat populasi penduduknya semakin bertambah. Urbanisasi masih menjadi salah satu penyebab tertinggi. Nyaris melengserkan penduduk asli. Kegiatan keduanya terhenti, perangkat jemala yang ada di samping Janatra bergetar, dia terjingkat karena suara dering yang sangat lantang di antara keheningan malam. Malik menautkan alis, ketika sang pemilik ponsel memilih mengabaikan, hanya menekan satu tombol guna meredakan bunyinya. "Angkat, Ja," pintanya saat ponsel itu kembali bergetar, kali ini tanpa nada. "Panggilan iseng." Janatra menjawab tak acuh. Tetapi s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN