"Malik, gue masuk, ya." Janatra membuka pintu dan mendapati kamar Malik temaram. Matanya membelalak saat melihat pemandangan di depan mata. Malik dan cewek tanpa sehelai benang pun. Menggeram dan mendesah di atas sofa. Malik dengan muka memerah penuh peluh bergerak turun naik di atas cewek itu. Sementara tangan cewek itu terlihat berada di punggung Malik, mencakar. Revalia dan Janatra mengalihkan pandangan jengahnya sambil berbalik "Gue tunggu di luar." Dengan langkah tergesa, Janatra menarik Revalia keluar dan segera menutup pintu kamar. Bayang-bayang adegan keduanya masih membekas di kepala Janatra. Revalia menatap genggaman Janatra yang mengetat di jemarinya. Menggiring langkahnya ke lobi unit kamar Malik berada. Dia pun sama dengan Janatra. Mereka duduk berseberangan. Saling diam. Re

