Janatra memijit pelipis, kedua alisnya mengerut nyaris bersinggungan. Jadi ini maksud dari kata-kata Revalia yang tidak dia mengerti. Janatra memberi hadiah neraka padanya. Oh. Tuhan .... Menoleh pada sang putera dengan pandangan aneh, Silvia menatap Janatra penuh selidik. "Sekarang terserah kamu, Ja. Ibu dan Ayah hanya nurut saja. Kamu akan tetap melanjutkan perjodohan atau setop di sini sekarang." Tak menjawab, hanya mematung dengan tubuh menegang. Dia harus bagaimana? Janatra sayang Revalia. Sayang sekali. Tetapi dengan masa lalu seperti itu apakah dia sanggup menerima kekurangan Revalia? Apakah nantinya akan ada aral yang melintang? Seharusnya dia mendapatkan yang terbaik bukan? Bukankah selama ini dia menjaga dirinya. Tidak salah kan kalau dia menginginkan perempuan tanpa cela? "I

