"Lo ngomong ke Keysha kalau ada gue di sini?" Janatra ingin berteriak rasanya. Kenapa sahabatnya ini terkadang tak bisa memilah-milah ucapannya. Ingin sekali Janatra menggilas kepala Malik. "Keysha tahu, tapi Rere enggak, Bro. Biar lo enggak ngintilin gue, gimana kalau lo ketemu Rere?" Malik menyeringai lebar. "Buat apa?" Janatra bingung, dia bahkan tidak tahu akan seperti apa wajahnyabnanti ketika harus bertemu perempuan itu. Janatra menutup mata sambil meringis. Malik benar-benar membuatnya serba salah. "Keysha udah nyampe, Bro." Malik mengangkat ponsel, memperlihatkan pesan singkat di layar perangkat jemala. "Dia udah nganterin Rere ke RH Salon yang di lantai tiga." Laki-laki itu tersenyum m***m. "Enggak boleh telat gue nyamperin doi. Tar dipecat." "Lah? Gue mesti samperin Reva gitu

